Rabu, 28 September 2016

SEJARAH TIMBULNYA PERSOALAN TEOLOGI ISLAM



Anggota Kelompok  :
1.EDWIN HARI AGUS PRASTYO    NIM:(1695114002)
2.FERI IRFANTO                                NIM:(1695114011)
3.ISTIQOMAH                                     NIM:(1695114035)



KATA PENGANTAR

            Segala puji bagi Allah SWT yang telah menurunkan wahyu berupa ayat – ayat yang siapapun menggunakannya dapat mengantarkan manusia menuju pengakuan keimanan yang hakiki. Salam dan shalawat atas Rasulullah SAW, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya yang senantiasa menjadikan Sunnah Rasul SAW sebagai hujjah yang kokoh.  Dalam penulisan makalah sederhana ini penulis sungguh sangat banyak mendapat pengalaman dan wawasan yang luar biasa tentang cakrawala ilmu pengetahuan dalam Islam dimana pembahasan teologi yang diangkat dalam makalah ini menjadi pengetahuan baru yang coba dituangkan dalam penulisan makalah sederhana ini dan coba diangkat dalam diskusi perkuliahan yang diharapkan tercipta dinamika pemikiran Islam di tengah – tengah mahasiswa Islam yang saat ini terlihat mulai pudar seiring modernisasi. Padahal sesungguhnya kebangkitan Islam kedepan diawalii dari para pemuda yang mengemban pemikiran Islam yang jernih dan cemerlang. Yang pemikiran tersebut dibangun dengan landasan akidah yang kokoh.  Semoga pembahasan teologi Islam dalam makalah ini sebagai pengantar studi lebih lanjut untuk mengemban konsep islamisasi ilmu dan semoga menjadi bahan bacaan yang dinamis bagi para pembaca.  Dalam penulisan makalah ini tentunya tidak lepas dari kekurangan dan kelemahan sehingga saran dan kritik diharapakan untuk menambah dinamika pemikiran islam yang saat ini mulai tampak stagnan di tengah – tengah lingkungan masyarakat. Akhirul kalam, ucapan terima kasih atas seluruh kawan – kawan terlebih khusus kepada guru pembimbing studiIslam kami yang telah banyak memberika gambaran sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Demoga amal baik kita semua dalam memberikan kontribusi bagi bankitnya pemikiran Islam di tengah masyarakat menjadi investasi akhirat  dengan keridhoan-Nya tentunya. Wassalamualaikum wr.wb
                                                                                              Jombang,10 september 2016

                       
                                                                                                Penyusun


DAFTAR ISI



HALAMANJUDUL..................................................................................................……i                            KATA PENGANTAR ............………….........................................................................ii
DAFTAR ISI ..........................................................................……………….................iii  
BAB I    PENDAHULUAN
A.    LatarBelakangMasalah………..…………………………...………………1
B.     RumusanMasalah………………………………...…………………...……1
C.     Tujuan Penulisan..………………………………..………………………...1
BAB II  PEMBAHASAN
A.    PengertianTeologi Dan Nama-Nama Lainnya.………………………..…...2
B.     Sejarah Lahirnya Teologi.………………...…………………………..……3
C.     Pembahasan Singkat Mengenai Aliran-Aliran Teologi   ………………….6

BAB III PENUTUP
A.     Kesimpulan  ……………………………………………………………………8
B.     Daftar Pustaka…………….…………………………………………….……...9









BAB I
PENDAHULUAN


  1. LATAR BELAKANG MASALAH
                  Mungkin terasa aneh jika dalam agama Islam masalah yang pertama-tama   muncul adalah dalam bidang politik bukan dalam bidang teologi. Tetapi persoalan            politik ini akan meluas menjadi persoalan teologi.
      Agar hal ini menjadi jelas perlulah kita mengetahui sejarah timbulnya persoalan      Teologi Islam. Tegasnya, dalam fase perkembangannya yang pertama


  1. RUMUSAN MASALAH
  1. Apa pengertian teologi dan nama-nama lain  dariTeologi Islam?
  2. Bagaimana sejarah persoalan timbulnya persoalan Teologi Islam?
  3. Aliran yang terkait dalam sejarah timbulnya persoalan teologi islam?


  1. TUJUAN PENULISAN
  1. Mengetahui pengertian teologi dan nama-nama lain dari Teologi  Islam.
  2. Memahami sejarah persoalan timbulnya persoalan Teologi Islam 
  3. Memberikan pengetahuan tentang aliran-aliran yang ada dalam perkembangan teologi.







BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN TEOLOGI DAN NAMA-NAMA LAINNYA
     Teologi, sebagimana diketahui membahas doktrin – doktrin dasar dari suatu doktrin agama. Sehingga dalam Islam konsep teologi mutlak menjadi wajib dipelajari setiap muslim yang telah dikaruniai oleh akal oleh Allah SWT. Karena sesungguhnya pondasi agama dalam Islam haruslah dibangun atas dasar proses berfikir sebagaimana diperintahkan dalam banyak ayat al-Qur'an. Salah satunya :   “sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi  terdapat tanda – tanda bagi orang – orang yang berakal (yaitu) orang – orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) : “Ya tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia – sia. Maha suci engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”   (TQS Ali -Imran : 190)  tentunya berfikir yang dimaksud adalah menempat akal secara proporsional dimana akal merupakan alat untuk memahami ayat – ayat Allah, baik ayat kauliah dan kauniah.   
 Metode inilah yang menjadikan Islam sebagai agama yang tinggi dengan doktrin rasional dimana Islam mampu memecahkan problematika terbesar umat manusia (al-uqdah al kubro) atau sering disebut akidah. Berbeda dengan agama lain yang dibangun atas dasar dogma – dogma semata tanpa melibatkan proses berfikir. Teologi dalam Islam juga disebut ilmu tauhid.
   Ilmu Tauhid : yakni  ilmu yang membahas tentang wujud Allah, sifat – sifat wajib dan boleh serta yang wajib ditiadakan bagi-Nyaari perkataan “Theos”, artinya “Tuhan” dan “logos” artinya ilmu. Jadi, teology berarti ilmu tentang tuhan atau ilmu ketuhanan.
Difinisi teology yang diberikan oleh ahli-ahli ilmu agama antara lain dari Fergilius Ferm, yaitu “The discipline which Concern God (or the Divine Reality) and God’s relation to the world”(Theology adalah pemikiran sistematis yang berhubungan dengan alam semesta).
Dalam Encyclopedia Everyman’s disebutkan tentang teologi sebagai berikut : “Science of religion, dealing therefore with God, and man in his relation to God”(Pengetahuan tentang agama yang karenanya membicarakan tentang Tuhan dan manusia dalam pertaliannya dengan Tuhan.)2
Teologi dari segi etymology ( bahasa maupun terminology (istilah). “ Teology terdiri dari perkataan theos yang artinya adalah Tuhan dan logos yang artinya ilmu. Jadi teology adalah ilmu tentang tuhan atau ilmu ketuhanan.
                Selanjutnya teologi Islam juga disebut sebagai ilmu kalam yakni ilmu yang mendalami kalam tuhan atau juga kalam yang dimaksud disini adalah kata – kata atau kalam yang sering digunakan oleh para teolog untuk berdiskusi sehingga dalam Islam para teolog sering juga disebut sebagai mutakallimin.     
      Ada juga yang menyebutnya sebagai ilmu ushuluddin, karena ilmu ini membahas tentang prinsip-prinsip agama Islam. Ada juga yang menyebutnya ilmu aqidah atau ‘aqoid karena ilmu ini membicarakan tentang kepercayaan Islam.

B.     SEJARAH LAHIRNYA TEOLOGI
            Di pertengahan kedua dari abad keenam masehi, jalan dagang timur barat berpindah dari teluk Persia euphrat diutara dan laut merah perlembahan neil di selatan, ke yaman hijaz Syria.peperangan yang senantiasa terjadi antara kerajaan by zantin dan Persia membuat jalan utara tak selamat dan tak menguntungkan bagi peperangan byzantine dan Persia, beberapa dalam kekacuan yang mengakibatkan perjalanan dagang melalui perlembahan neil tidak menguntungkan pula.
Dengan pindahnya   perjalanan dagang timur barat ke semenanjung Arabia, mekkah yang terletak ditengah –tengah garis perjalanan  dagang itu, menjadi kota dagang. Hal ini dimaksud dengan :               رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ
            Dari dagang transit ini, mekkah menjadi kaya. Dagang dikota ini dipegang oleh quraisy dan sebagai orang orang yang berada dan berpengaruh dalam masyarakat pemerintah mekkah juga teletak ditangan mereka.yaitu kaum pedagang tinggi .
kota mekkah bukanlah kota pedagang , tetapi kota petani. Masyarakat nya tidak homogeny , tetapi terdiri dari bangsa arab dan bangsa yahudi. Bangsa arab dan bangsa
yahudi.diantara kedua suku timbul persaian untuk menjadikepala masyarakat madinah,dan menimbulkan pertengkaran dan mereka menginginkan seorang hakam.
            Ketika  pemuka –pemuka kedua suku bangsa ini pergi haji ke mekkah, mereka mendengar dan mengetahui kedudukan nabi Muhammad dan dalam satu perjumpaan dengan beliau mereka meminta nabi Muhammad supaya pindah ke yasrib sebagai pengantara antara kedua suku bangsa yang bertentangan itu .ketika beliau berhijrah ke yasrib kota tersebut di beri nama madinah al-nabi.
            Dari sejarah ringkas ini dapat di ambil kesimpulan bahwa  selama dimekkah nabi Muhammad hanya mempunyai fungsi kepala agama, dan tak mempunyai fungsi kepal pemerintah, dan dimadinah sebaliknya, nabi muhamad disamping menjadi kepala agama juga menjadi kepala pemertintahan. Beliaulah yang pertama  mendirikan kekuasaan politik. Ketika beliau wafat 632 M seperti yang digambarkan oleh W.M waat, telah merupakan kumpulan suku-suku bangsa arab, yang mengikattali persekutuan dengan (nabi) Muhammad dalam berbagai bentuk, dengan masyarakat  madinah dan mungkin juga masyarakat  mekkah sebagai intinya .
Islam sendiri , sebagai kata R.strothmann, disamping merupakan system merupakan system agama telah pula menjadi seorang ahli Negara.
            Sejarah meriwayatkan bahwa abu bakr  lah yang disetujui oleh masyarakat islam sebagai pengganti  atau khalifah nabi. kemudian abu bakr digantikan oleh umar bin al-khattab dan umar bin affan juga . Tindakan-tindakan politik yang dijalan kan usman ini tidak menguntungkan bagi dirinya . sahabat sahabat nabi yang pada mulanya menyokong usman, mulai meninggalkan khalifah yangketiga ini karena tindakan nya kurang tepat. Perkembangan suasana di madinah selanjut nya membawa pewmbunuhan usman oleh pemuka-pemuka  pemberontakan dari mesir.
            Setelah usman wafat  ali sebai khalifah ke empat tetapi ia mendapat tantangan dari pemuka- pemuka yang ingin menjadi khalifah terutama talhah dan zubeir .
Dan tantangan kedua dating dari mu'awiyah , gubernur damaskus dan keluarga yang dekat bagi usman.ia menuntut kepada ali supaya menghukum pembunuh-pembunuh usman, bahkan ia menuduh ali turut campurr dalam soal pembunuhan itu.salah seorang pemuka pemberontak-pemberontak mesir, yang membunuh usman adalah muhammad ibn abi bakr, anak angkat dari ali ibn abi talib dan pula ali tidak mengambil tindakan keras terhadap pemberontak itu ,bahkan muhammad ibn abi bakr diangkat menjadi gubernur mesir.
            Dalam pertempuran yang terjadi antara kedua golangan ini di siffin, tentara ali dapat mendesak tentara muʼawiyah . tetapi tangan kanan muʼawiyah, amrt ibn al-as  yang terkenal sebagai orang licik, meminta untuk berdamai dengan mengangkat al-quran ke atas. Qurra yang ada di pihak ali mendesak ali supaya menerima tawaran itu dan demikian dicarilah peerdamaian dengan mengadakan arbitrase. Sebagai pengantara diangkat dua orang amr ibn al-as dari pihak muʼawiyah dan abu musa al-asy ʼari dari pihak ali.
            Sikap ali menerima tipu muslihat ʼamr al-aas untuk mengadakan arbitrase, sungguh pun dalam keadaan terpaksa tidak disetujui oleh sebagaian tentaranya.mderka berpendapat bahwa halserupa itu tidak dapat diputuskan oleh arbitrase manusia.putusan hanya datang dari allah dengan kembali kepada hukum-hukum yang ada dalam al-quran. La hukma illa lillah(tidak ada hukum selain dari hukum allah) atau  la hakama illa allah(tidak ada pengantara selain dari allah), menjadi semboyan mereka . mereka memandang ali berbuat salah, mereka meninggalkan barisanya.golongan ini dalam sejarah islam terkenal dengan nama al-khawarij, yaitu orang yang keluar dan memisah kan diri atau seceders.
            Karena memandang ali bersalah dan berbuat dosa, mereka melawan ali . ali sekarang melawan dua musuh yaitu muʼawiyah dan khawarij. Ali terlebih dahulu menyerang khawarij,setelah khwarij kalah,tentara ali terlalu capai untuk meneruskan pertempuran dengan muʼawiyah . muʼawiyah tetap berkuasa di damaskus dan setelah ali ibn abi talib wafat ia dengan mudah dapat memperoleh pengakuan sebagai kholifah umat islam pada tahu 661M.
            Persoalan – persoalan yang terjadi dalam lapangan politik akan menimbulkan
persoalan – persoalan teologi. Maka timbullah persoalan siapa yang kafir dan siapa yang bukan kafir. Khawarij memandang bahwa ’Ali, Mu’awiyah, Amr Ibn al- ‘As, Abu Musa al Asy’ari dan lain – lain yang akan menerima atbitrase adalah kafir :
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ
Dari ayat inilah mereka mengambil semboyan La hukma illa lillah. Karena keempat pemuka Islam di atas telah dipandang kafir dalam arti bahwa mereka telah keluar dari Islam, yaitu murtad atau apostate, mereka mesti dibunuh.
            Lamban laun kaum Khawarij pecah menjadi beberapa sekte. Konsep kafir turut pula mengalami perubahan. Yang dipandang kafir bukan lagi hanya orang yang tidak menentukan hukum dengan al-Qur’an, tetapi orang yang berbuat dosa besar (murtakib al kaba’ir) juga dipandang kafir.
Kemudian muncul persoalan lagi yaitu : Masihkah ia bisa dipandang orang mukmin ataukah ia sudah menjadi kafir karena berbuat dosa besar itu?. Persoalan ini menimbulkan tiga aliran teologi dalam islam.
·         Pertama, aliran Khawarij yang mengatakan bahwa orang yang berdosa  besar adalah kafir (murtad) oleh karena itu wajib dibunuh.
·         Kedua, aliran Murji’ah yang menegaskan bahwa orang yang berdosa besar bukanlah kafir tetapi tetap mukmindan tidak akan kekal di neraka.
·         Ketiga, aliran  Mu’tazilah sebagai aliran yang tidak menerima pendapat di atas. Bagi mereka yang berdosa besar bukan kafir tetapi bukan pula mukmin. Orang yang serupa ini kata mereka mengambil posisi almanzilah bain almanzilitain.

Pada saat yang bersamaan timbul pula dalam islam dua aliran dalam teologi yang terkenal dengan nama al-qodariah dan al-jabariah. Menurut qadariah manusia mempunyai kemerdekaan dalam kehendak dan perbuatannya. Jabariah, sebaliknya berpendapat bahwa manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam kehendak dan perbuatannya. Manusia dalam segala tingkah lakunya, menurut paham jabariah, bertindak dengan paksaan dari Tuhan.
Kemudian muncul teologi baru yang bernama Asy’ariah. Asy’ariah ini dibentuk oleh Abu Hasan al-Asy’ari. Teologi ini terbentuk akibat timbulnya perlawanan antara Mu’tazilah dengan kalangan umat Islam terutama golongan Hambali (mazhab Hambali).
Disamping aliran Asy’ariyah timbul pula di Samarkand suatu aliran yang bermaksud juga menentang aliran Mu’tazilah dan didirian oleh Abu Mansur al-Maturidi. Aliran ini kemudian terkenal dengan nama teologi al-Maturidiah.
            Selain Abu Hasan Asy’ari dan Abu Mansur al-Maturidi ada lagi seorang teolog dari Mesir yang juga bermaksud untuk menentang ajaran-ajaran kaum Mu’tazilah. Teolog itu bernama al-Tahawi. Tetapi aaran – ajaran Tahawi tidak menjelma sebagai aliran teologi Islam.
            Dengan demikia aliran – aliran teologi penting yang timbul dalam islam ialah aliran Khawarij, Murji’ah, Mu’tazilah, Asy’ariyah, dan Maturidiah. Aliran – aliran Khawarij, Murji’ah, Mu’tazilah tak mempunyai wujud lagi kecuali dalam sejarah. Yang masih ada sampai saat ini adalah aliran Asy’ariyah dan al- Maturidiah, dan keduanya di sebut Ahl Sunnah wa al – Jama’ah. Aliran Matudiah banyak dianut oleh umat Islam yang bermazhab Hanafi, sedangkan Asy’ariah pada umumnya dipakai oleh umat Islam Sunni lainnya.






BAB III
PENUTUP
 
Kesimpulan 
            Semua aliran teologi dalam Islam, baik asy'ariyah, maturidiah apalagi mu'tazilah sama – sama mempergunakan akal dalam menyelesaikan persoalan – persoalan teologi yang timbul di kalangan umat Islam. Perbedaan yang terdapat antara aliran – aliran itu ialah perbedaan dalam derajat kekuatan yang diberikan kepada akal.




DAFTAR PUSTAKA

Nasution, Harun.Dr. Prof, Islam Rasional, Mizan , Bandung, 1995
Nasution, Harun.Dr. Prof, Pembaharuan dalam Islam, Jakarta, 1990
Nasution, Harun.Dr. Prof, Teologi Islam, UI-Press, Jakarta, 2007
Madjid, Nurcholis (Ed), Khazanah Intelektual Islam, Jakarta, 1985
kunjungi makalah lainya di https://goo.gl/XRBpZy
Lurre Dev.House cek http://projekbmc.com

1 komentar:

  1. Harrah's Cherokee Casino Resort to close temporarily due to
    Harrah's 속초 출장마사지 Cherokee Casino Resort 경기도 출장마사지 in Cherokee, 경주 출장마사지 North Carolina, is set to close temporarily 시흥 출장샵 on May 18. The casino is owned and operated by 용인 출장안마 Caesars

    BalasHapus