Anggota
Kelompok :
1.EDWIN
HARI AGUS PRASTYO NIM:(1695114002)2.FERI IRFANTO NIM:(1695114011)
3.ISTIQOMAH NIM:(1695114035)
KATA PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah SWT yang telah menurunkan wahyu berupa ayat – ayat yang
siapapun menggunakannya dapat mengantarkan manusia menuju pengakuan keimanan
yang hakiki. Salam dan shalawat atas Rasulullah SAW, keluarga, sahabat, dan
para pengikutnya yang senantiasa menjadikan Sunnah Rasul SAW sebagai hujjah
yang kokoh. Dalam penulisan makalah
sederhana ini penulis sungguh sangat banyak mendapat pengalaman dan wawasan
yang luar biasa tentang cakrawala ilmu pengetahuan dalam Islam dimana pembahasan
teologi yang diangkat dalam makalah ini menjadi pengetahuan baru yang coba
dituangkan dalam penulisan makalah sederhana ini dan coba diangkat dalam
diskusi perkuliahan yang diharapkan tercipta dinamika pemikiran Islam di tengah
– tengah mahasiswa Islam yang saat ini terlihat mulai pudar seiring
modernisasi. Padahal sesungguhnya kebangkitan Islam kedepan diawalii dari para
pemuda yang mengemban pemikiran Islam yang jernih dan cemerlang. Yang pemikiran
tersebut dibangun dengan landasan akidah yang kokoh. Semoga pembahasan teologi Islam dalam makalah
ini sebagai pengantar studi lebih lanjut untuk mengemban konsep islamisasi ilmu
dan semoga menjadi bahan bacaan yang dinamis bagi para pembaca. Dalam penulisan makalah ini tentunya tidak
lepas dari kekurangan dan kelemahan sehingga saran dan kritik diharapakan untuk
menambah dinamika pemikiran islam yang saat ini mulai tampak stagnan di tengah
– tengah lingkungan masyarakat. Akhirul kalam, ucapan terima kasih atas seluruh
kawan – kawan terlebih khusus kepada guru pembimbing studiIslam kami yang telah
banyak memberika gambaran sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Demoga amal
baik kita semua dalam memberikan kontribusi bagi bankitnya pemikiran Islam di
tengah masyarakat menjadi investasi akhirat
dengan keridhoan-Nya tentunya. Wassalamualaikum wr.wb
Jombang,10 september 2016
Penyusun
DAFTAR
ISI
HALAMANJUDUL..................................................................................................……i KATA PENGANTAR
............………….........................................................................ii
DAFTAR ISI
..........................................................................……………….................iii
BAB I PENDAHULUAN
A.
LatarBelakangMasalah………..…………………………...………………1
B.
RumusanMasalah………………………………...…………………...……1
C.
Tujuan
Penulisan..………………………………..………………………...1
BAB II PEMBAHASAN
A.
PengertianTeologi Dan Nama-Nama
Lainnya.………………………..…...2
B.
Sejarah Lahirnya
Teologi.………………...…………………………..……3
C.
Pembahasan Singkat Mengenai
Aliran-Aliran Teologi ………………….6
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan ……………………………………………………………………8
B.
Daftar Pustaka…………….…………………………………………….……...9
BAB I
PENDAHULUAN
- LATAR BELAKANG MASALAH
Mungkin terasa
aneh jika dalam agama Islam masalah yang pertama-tama muncul adalah dalam bidang politik bukan dalam bidang teologi.
Tetapi persoalan politik ini
akan meluas menjadi persoalan teologi.
Agar hal ini menjadi jelas
perlulah kita mengetahui sejarah timbulnya persoalan Teologi Islam. Tegasnya, dalam fase perkembangannya yang pertama
- RUMUSAN MASALAH
- Apa pengertian teologi dan nama-nama lain dariTeologi Islam?
- Bagaimana sejarah persoalan timbulnya persoalan Teologi Islam?
- Aliran yang terkait dalam sejarah timbulnya persoalan teologi islam?
- TUJUAN PENULISAN
- Mengetahui pengertian teologi dan nama-nama lain dari Teologi Islam.
- Memahami sejarah persoalan timbulnya persoalan Teologi Islam
- Memberikan pengetahuan tentang aliran-aliran yang ada dalam perkembangan teologi.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN TEOLOGI DAN
NAMA-NAMA LAINNYA
Teologi, sebagimana diketahui membahas
doktrin – doktrin dasar dari suatu doktrin agama. Sehingga dalam Islam konsep
teologi mutlak menjadi wajib dipelajari setiap muslim yang telah dikaruniai
oleh akal oleh Allah SWT. Karena sesungguhnya pondasi agama dalam Islam
haruslah dibangun atas dasar proses berfikir sebagaimana diperintahkan dalam
banyak ayat al-Qur'an. Salah satunya :
“sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi terdapat tanda – tanda bagi orang – orang
yang berakal (yaitu) orang – orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau
duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit
dan bumi (seraya berkata) : “Ya tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini
dengan sia – sia. Maha suci engkau, maka peliharalah kami dari siksa
neraka.” (TQS Ali -Imran : 190) tentunya berfikir yang dimaksud adalah
menempat akal secara proporsional dimana akal merupakan alat untuk memahami
ayat – ayat Allah, baik ayat kauliah dan kauniah.
Metode inilah yang menjadikan
Islam sebagai agama yang tinggi dengan doktrin rasional dimana Islam mampu
memecahkan problematika terbesar umat manusia (al-uqdah al kubro) atau sering
disebut akidah. Berbeda dengan agama lain yang dibangun atas dasar dogma –
dogma semata tanpa melibatkan proses berfikir. Teologi dalam Islam juga disebut
ilmu tauhid.
Ilmu Tauhid : yakni ilmu yang membahas tentang wujud Allah, sifat
– sifat wajib dan boleh serta yang wajib ditiadakan bagi-Nyaari perkataan
“Theos”, artinya “Tuhan” dan “logos” artinya ilmu. Jadi, teology berarti ilmu
tentang tuhan atau ilmu ketuhanan.
Difinisi teology yang diberikan oleh ahli-ahli ilmu agama antara lain
dari Fergilius Ferm, yaitu “The discipline which Concern God (or the Divine
Reality) and God’s relation to the world”(Theology adalah pemikiran sistematis
yang berhubungan dengan alam semesta).
Dalam Encyclopedia Everyman’s disebutkan tentang teologi sebagai berikut
: “Science of religion, dealing therefore with God, and man in his relation to
God”(Pengetahuan tentang agama yang karenanya membicarakan tentang Tuhan dan
manusia dalam pertaliannya dengan Tuhan.)2
Teologi dari segi etymology ( bahasa maupun terminology (istilah). “
Teology terdiri dari perkataan theos yang artinya adalah Tuhan dan logos yang
artinya ilmu. Jadi teology adalah ilmu tentang tuhan atau ilmu ketuhanan.
Selanjutnya teologi Islam juga disebut
sebagai ilmu kalam yakni ilmu yang mendalami kalam tuhan atau juga kalam yang
dimaksud disini adalah kata – kata atau kalam yang sering digunakan oleh para
teolog untuk berdiskusi sehingga dalam Islam para teolog sering juga disebut
sebagai mutakallimin.
Ada juga yang
menyebutnya sebagai ilmu ushuluddin, karena ilmu ini membahas tentang
prinsip-prinsip agama Islam. Ada juga yang menyebutnya ilmu aqidah atau ‘aqoid
karena ilmu ini membicarakan tentang kepercayaan Islam.
B.
SEJARAH LAHIRNYA TEOLOGI
Di pertengahan kedua dari abad
keenam masehi, jalan dagang timur barat berpindah dari teluk Persia euphrat
diutara dan laut merah perlembahan neil di selatan, ke yaman hijaz
Syria.peperangan yang senantiasa terjadi antara kerajaan by zantin dan Persia
membuat jalan utara tak selamat dan tak menguntungkan bagi peperangan byzantine
dan Persia, beberapa dalam kekacuan yang mengakibatkan perjalanan dagang
melalui perlembahan neil tidak menguntungkan pula.
Dengan
pindahnya perjalanan dagang timur barat
ke semenanjung Arabia, mekkah yang terletak ditengah –tengah garis
perjalanan dagang itu, menjadi kota
dagang. Hal ini dimaksud dengan : رِحْلَةَ الشِّتَاءِ
وَالصَّيْفِ
Dari dagang transit ini, mekkah
menjadi kaya. Dagang dikota ini dipegang oleh quraisy dan sebagai orang orang
yang berada dan berpengaruh dalam masyarakat pemerintah mekkah juga teletak
ditangan mereka.yaitu kaum pedagang tinggi .
kota mekkah
bukanlah kota pedagang , tetapi kota petani. Masyarakat nya tidak homogeny ,
tetapi terdiri dari bangsa arab dan bangsa yahudi. Bangsa arab dan bangsa
yahudi.diantara
kedua suku timbul persaian untuk menjadikepala masyarakat madinah,dan
menimbulkan pertengkaran dan mereka menginginkan seorang hakam.
Ketika pemuka –pemuka kedua suku bangsa ini pergi
haji ke mekkah, mereka mendengar dan mengetahui kedudukan nabi Muhammad dan
dalam satu perjumpaan dengan beliau mereka meminta nabi Muhammad supaya pindah
ke yasrib sebagai pengantara antara kedua suku bangsa yang bertentangan itu
.ketika beliau berhijrah ke yasrib kota tersebut di beri nama madinah al-nabi.
Dari sejarah ringkas ini dapat di
ambil kesimpulan bahwa selama dimekkah
nabi Muhammad hanya mempunyai fungsi kepala agama, dan tak mempunyai fungsi
kepal pemerintah, dan dimadinah sebaliknya, nabi muhamad disamping menjadi
kepala agama juga menjadi kepala pemertintahan. Beliaulah yang pertama mendirikan kekuasaan politik. Ketika beliau
wafat 632 M seperti yang digambarkan oleh W.M waat, telah merupakan kumpulan
suku-suku bangsa arab, yang mengikattali persekutuan dengan (nabi) Muhammad
dalam berbagai bentuk, dengan masyarakat
madinah dan mungkin juga masyarakat
mekkah sebagai intinya .
Islam sendiri ,
sebagai kata R.strothmann, disamping merupakan system merupakan system agama
telah pula menjadi seorang ahli Negara.
Sejarah meriwayatkan bahwa abu
bakr lah yang disetujui oleh masyarakat
islam sebagai pengganti atau khalifah
nabi. kemudian abu bakr digantikan oleh umar bin al-khattab dan umar bin affan
juga . Tindakan-tindakan politik yang dijalan kan usman ini tidak menguntungkan
bagi dirinya . sahabat sahabat nabi yang pada mulanya menyokong usman, mulai
meninggalkan khalifah yangketiga ini karena tindakan nya kurang tepat.
Perkembangan suasana di madinah selanjut nya membawa pewmbunuhan usman oleh
pemuka-pemuka pemberontakan dari mesir.
Setelah usman wafat ali sebai khalifah ke empat tetapi ia
mendapat tantangan dari pemuka- pemuka yang ingin menjadi khalifah terutama
talhah dan zubeir .
Dan tantangan
kedua dating dari mu'awiyah , gubernur damaskus dan keluarga yang dekat bagi
usman.ia menuntut kepada ali supaya menghukum pembunuh-pembunuh usman, bahkan
ia menuduh ali turut campurr dalam soal pembunuhan itu.salah seorang pemuka
pemberontak-pemberontak mesir, yang membunuh usman adalah muhammad ibn abi
bakr, anak angkat dari ali ibn abi talib dan pula ali tidak mengambil tindakan
keras terhadap pemberontak itu ,bahkan muhammad ibn abi bakr diangkat menjadi
gubernur mesir.
Dalam pertempuran yang terjadi
antara kedua golangan ini di siffin, tentara ali dapat mendesak tentara
muʼawiyah . tetapi tangan kanan muʼawiyah, amrt ibn al-as yang terkenal sebagai orang licik, meminta
untuk berdamai dengan mengangkat al-quran ke atas. Qurra yang ada di pihak ali
mendesak ali supaya menerima tawaran itu dan demikian dicarilah peerdamaian
dengan mengadakan arbitrase. Sebagai pengantara diangkat dua orang amr ibn
al-as dari pihak muʼawiyah dan abu musa al-asy ʼari dari pihak ali.
Sikap ali menerima tipu muslihat
ʼamr al-aas untuk mengadakan arbitrase, sungguh pun dalam keadaan terpaksa
tidak disetujui oleh sebagaian tentaranya.mderka berpendapat bahwa halserupa
itu tidak dapat diputuskan oleh arbitrase manusia.putusan hanya datang dari
allah dengan kembali kepada hukum-hukum yang ada dalam al-quran. La hukma illa
lillah(tidak ada hukum selain dari hukum allah) atau la hakama illa allah(tidak ada pengantara selain
dari allah), menjadi semboyan mereka . mereka memandang ali berbuat salah,
mereka meninggalkan barisanya.golongan ini dalam sejarah islam terkenal dengan
nama al-khawarij, yaitu orang yang keluar dan memisah kan diri atau seceders.
Karena memandang ali bersalah dan
berbuat dosa, mereka melawan ali . ali sekarang melawan dua musuh yaitu
muʼawiyah dan khawarij. Ali terlebih dahulu menyerang khawarij,setelah khwarij
kalah,tentara ali terlalu capai untuk meneruskan pertempuran dengan muʼawiyah .
muʼawiyah tetap berkuasa di damaskus dan setelah ali ibn abi talib wafat ia
dengan mudah dapat memperoleh pengakuan sebagai kholifah umat islam pada tahu
661M.
Persoalan – persoalan yang terjadi
dalam lapangan politik akan menimbulkan
persoalan –
persoalan teologi. Maka timbullah persoalan siapa yang kafir dan siapa yang
bukan kafir. Khawarij memandang bahwa ’Ali, Mu’awiyah, Amr Ibn al- ‘As, Abu
Musa al Asy’ari dan lain – lain yang akan menerima atbitrase adalah kafir :
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ
الْكَافِرُونَ
Dari
ayat inilah mereka mengambil semboyan La hukma illa lillah. Karena
keempat pemuka Islam di atas telah dipandang kafir dalam arti bahwa mereka
telah keluar dari Islam, yaitu murtad atau apostate, mereka mesti
dibunuh.
Lamban laun kaum Khawarij pecah
menjadi beberapa sekte. Konsep kafir turut pula mengalami perubahan. Yang
dipandang kafir bukan lagi hanya orang yang tidak menentukan hukum dengan
al-Qur’an, tetapi orang yang berbuat dosa besar (murtakib al kaba’ir) juga
dipandang kafir.
Kemudian
muncul persoalan lagi yaitu : Masihkah ia bisa dipandang orang mukmin ataukah
ia sudah menjadi kafir karena berbuat dosa besar itu?. Persoalan ini
menimbulkan tiga aliran teologi dalam islam.
·
Pertama, aliran
Khawarij yang mengatakan bahwa orang yang berdosa besar adalah kafir (murtad) oleh
karena itu wajib dibunuh.
·
Kedua, aliran
Murji’ah yang menegaskan bahwa orang yang berdosa besar bukanlah kafir tetapi
tetap mukmindan tidak akan kekal di neraka.
·
Ketiga, aliran Mu’tazilah sebagai aliran yang tidak menerima
pendapat di atas. Bagi mereka yang berdosa besar bukan kafir tetapi bukan pula
mukmin. Orang yang serupa ini kata mereka mengambil posisi almanzilah bain
almanzilitain.
Pada
saat yang bersamaan timbul pula dalam islam dua aliran dalam teologi yang
terkenal dengan nama al-qodariah dan al-jabariah. Menurut qadariah manusia
mempunyai kemerdekaan dalam kehendak dan perbuatannya. Jabariah, sebaliknya
berpendapat bahwa manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam kehendak dan
perbuatannya. Manusia dalam segala tingkah lakunya, menurut paham jabariah,
bertindak dengan paksaan dari Tuhan.
Kemudian
muncul teologi baru yang bernama Asy’ariah. Asy’ariah ini dibentuk oleh Abu
Hasan al-Asy’ari. Teologi ini terbentuk akibat timbulnya perlawanan antara
Mu’tazilah dengan kalangan umat Islam terutama golongan Hambali (mazhab
Hambali).
Disamping
aliran Asy’ariyah timbul pula di Samarkand suatu aliran yang bermaksud juga
menentang aliran Mu’tazilah dan didirian oleh Abu Mansur al-Maturidi. Aliran
ini kemudian terkenal dengan nama teologi al-Maturidiah.
Selain Abu Hasan Asy’ari dan Abu
Mansur al-Maturidi ada lagi seorang teolog dari Mesir yang juga bermaksud untuk
menentang ajaran-ajaran kaum Mu’tazilah. Teolog itu bernama al-Tahawi. Tetapi
aaran – ajaran Tahawi tidak menjelma sebagai aliran teologi Islam.
Dengan demikia aliran – aliran
teologi penting yang timbul dalam islam ialah aliran Khawarij, Murji’ah,
Mu’tazilah, Asy’ariyah, dan Maturidiah. Aliran – aliran Khawarij, Murji’ah,
Mu’tazilah tak mempunyai wujud lagi kecuali dalam sejarah. Yang masih ada
sampai saat ini adalah aliran Asy’ariyah dan al- Maturidiah, dan keduanya di
sebut Ahl Sunnah wa al – Jama’ah. Aliran Matudiah banyak dianut oleh umat Islam
yang bermazhab Hanafi, sedangkan Asy’ariah pada umumnya dipakai oleh umat Islam
Sunni lainnya.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Semua aliran teologi dalam Islam,
baik asy'ariyah, maturidiah apalagi mu'tazilah sama – sama mempergunakan akal
dalam menyelesaikan persoalan – persoalan teologi yang timbul di kalangan umat
Islam. Perbedaan yang terdapat antara aliran – aliran itu ialah perbedaan dalam
derajat kekuatan yang diberikan kepada akal.
DAFTAR PUSTAKA
Nasution,
Harun.Dr. Prof, Islam Rasional, Mizan , Bandung, 1995
Nasution,
Harun.Dr. Prof, Pembaharuan dalam Islam, Jakarta, 1990
Nasution,
Harun.Dr. Prof, Teologi Islam, UI-Press, Jakarta, 2007
Madjid, Nurcholis
(Ed), Khazanah Intelektual Islam, Jakarta, 1985
kunjungi makalah lainya di https://goo.gl/XRBpZy
kunjungi makalah lainya di https://goo.gl/XRBpZy
Lurre Dev.House cek http://projekbmc.com
Harrah's Cherokee Casino Resort to close temporarily due to
BalasHapusHarrah's 속초 출장마사지 Cherokee Casino Resort 경기도 출장마사지 in Cherokee, 경주 출장마사지 North Carolina, is set to close temporarily 시흥 출장샵 on May 18. The casino is owned and operated by 용인 출장안마 Caesars